Tips Mengatasi Anak yang Malas Menghafal Al-Qur’an

Tips Mengatasi Anak yang Malas Menghafal Al-Qur’an

anak malas menghafal
Foto: UNSPLASH / Mishary Alafasy
Table of Contents

Anak Malas Menghafal – Menghafal Al-Qur’an merupakan amalan mulia yang idealnya ditanamkan sejak usia dini. Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit orang tua menghadapi tantangan ketika anak mulai menunjukkan rasa malas, jenuh, atau kehilangan motivasi dalam menghafal.

Kondisi ini wajar terjadi, terutama pada anak-anak yang masih berada dalam tahap perkembangan emosi dan konsentrasi. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang tepat agar proses menghafal Al-Qur’an tetap berjalan dengan baik tanpa menimbulkan tekanan bagi anak.

Memahami Penyebab Anak Malas Menghafal

Sebelum menerapkan solusi, orang tua perlu memahami penyebab anak malas menghafal. Rasa bosan, metode yang monoton, jadwal yang terlalu padat, hingga kurangnya apresiasi sering kali menjadi faktor utama. Dengan memahami akar masalah, orang tua dapat memilih pendekatan yang lebih efektif dan sesuai dengan karakter anak.

Ciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan

Salah satu tips mengatasi anak malas menghafal adalah menciptakan suasana belajar yang santai dan menyenangkan. Proses menghafal tidak harus selalu dilakukan secara kaku. Orang tua dapat memanfaatkan media pendukung seperti permainan hafalan, kartu ayat, atau aplikasi Al-Qur’an digital.

Selain itu, memperdengarkan murottal dari qari favorit anak juga dapat membantu membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an. Suasana yang nyaman akan membuat anak merasa lebih rileks dan terbuka untuk belajar.

Terapkan Metode Talqin dan Tikrar

Metode talqin, yaitu mendengarkan bacaan lalu menirukannya, sangat efektif diterapkan pada anak-anak. Metode ini membantu anak memperbaiki makhraj dan tajwid secara alami. Sementara itu, tikrar atau pengulangan secara rutin akan memperkuat hafalan yang telah dimiliki.

Orang tua dapat mendampingi anak dengan membaca ayat terlebih dahulu, kemudian meminta anak menirukannya secara perlahan dan berulang. Pendekatan ini lebih ringan dan tidak membebani anak.

Berikan Reward dan Apresiasi

Memberikan penghargaan merupakan salah satu cara ampuh untuk meningkatkan motivasi anak. Reward tidak harus berupa hadiah besar, melainkan bisa berupa pujian, stiker bintang, atau aktivitas favorit anak.

Apresiasi yang konsisten akan membuat anak merasa dihargai atas usahanya. Hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri dan mendorong anak untuk terus menambah hafalan.

Bangun Rutinitas Menghafal yang Konsisten

Tips mengatasi anak malas menghafal berikutnya adalah membangun rutinitas yang konsisten. Tentukan waktu khusus yang tidak memberatkan, seperti setelah salat Subuh atau menjelang tidur. Rutinitas yang teratur akan membantu anak membentuk kebiasaan positif.

Konsistensi lebih penting daripada durasi yang lama. Menghafal sedikit tetapi rutin jauh lebih efektif dibandingkan menghafal banyak namun jarang dilakukan.

Muraja’ah Melalui Salat dan Aktivitas Harian

Muraja’ah atau mengulang hafalan dapat dilakukan melalui salat fardhu maupun sunnah. Orang tua dapat mengajak anak membaca surat-surat pendek yang telah dihafal saat salat berjamaah di rumah.

Selain itu, hafalan juga bisa diulang saat perjalanan, sebelum tidur, atau di sela aktivitas santai. Cara ini membantu anak mengingat hafalan tanpa merasa sedang belajar secara formal.

Baca juga: Tips Memilih Sekolah Tahfidz Aceh yang Tepat untuk Anak

Pahami Makna Ayat dengan Cerita

Anak akan lebih tertarik menghafal jika ia memahami makna ayat yang dibaca. Orang tua dapat menyampaikan kisah-kisah menarik di balik ayat atau surat tertentu dengan bahasa sederhana.

Pendekatan ini membuat anak tidak hanya menghafal lafal, tetapi juga memahami pesan Al-Qur’an, sehingga tumbuh kecintaan yang lebih dalam.

Jadilah Teladan bagi Anak

Peran orang tua sebagai teladan sangat penting. Anak akan meniru kebiasaan yang ia lihat setiap hari. Ketika orang tua menunjukkan semangat membaca dan menghafal Al-Qur’an, anak akan melihat aktivitas tersebut sebagai sesuatu yang positif.

Jika anak mulai merasa jenuh, tidak ada salahnya memberikan jeda sejenak untuk beristirahat, kemudian kembali menghafal dengan semangat baru.

Penutup

Menghadapi anak yang malas menghafal Al-Qur’an membutuhkan kesabaran, kreativitas, dan konsistensi. Dengan pendekatan yang tepat, proses menghafal dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan penuh makna bagi anak.

Dayah Athiyah terus berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan Islami yang mendukung tumbuhnya kecintaan anak terhadap Al-Qur’an. Untuk informasi dan artikel edukatif lainnya, silakan membaca berita lain di laman resmi Dayah Athiyah.

Last Updated: 9 February 2026, 06:19

Bagikan:

Search

Artikel Lainnya

×

Tuliskan yang ingin Anda cari