SMP Plus Athiyah Gelar Tasyakuran dan Pelepasan Santri Angkatan XVII
Pelepasan Santri SMP Plus Athiyah menjadi momen penuh syukur dan kebanggaan bagi keluarga besar Dayah Athiyah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Aceh, Lembah Seulawah, pada Sabtu (23/5/2026).
Selain menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan para santri, kegiatan ini juga menjadi awal perjalanan baru bagi mereka. Selanjutnya, para lulusan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan bekal ilmu, akhlak, dan hafalan Al-Qur’an yang telah diperoleh selama belajar di SMP Plus Athiyah.
Pelepasan Santri SMP Plus Athiyah Berlangsung Khidmat
Acara diawali dengan prosesi masuk para santri Angkatan XVII yang disambut hangat oleh orang tua, tamu undangan, dan civitas Dayah Athiyah.
Setelah itu, hadirin menyaksikan penampilan Rapa’i Geleng. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan Shalawat Badar, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh Mulia.
Suasana berlangsung khidmat sejak awal hingga akhir acara. Tidak hanya itu, kebersamaan yang terjalin semakin memperkuat nilai kekeluargaan di lingkungan Dayah Athiyah.
Sambutan Pimpinan Dayah Athiyah
Dalam sambutannya, Mudir Dayah Athiyah, Ustadz Dr. H. Raihan Iskandar, Lc., M.M., menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri yang telah menyelesaikan pendidikan dan hafalan Al-Qur’an.
Beliau mengapresiasi kerja keras para Ustadz/ah serta dukungan orang tua selama proses pendidikan berlangsung. Selain itu, beliau berpesan agar para lulusan tetap menjaga hafalan Al-Qur’an, akhlak mulia, dan semangat belajar.
Menurutnya, pelepasan ini bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, momen ini menjadi langkah awal bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita di masa depan.
Sebanyak 19 Santri SMP Plus Athiyah Menyelesaikan Pendidikan
Pada Tahun Ajaran 2025/2026, SMP Plus Athiyah melepas 19 santri yang terdiri atas 9 santri putra dan 10 santri putri.
Sementara itu, sebanyak 12 santri berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Capaian tersebut menunjukkan kesungguhan para santri dalam menempuh pendidikan tahfiz.
Selain hafalan Al-Qur’an, para santri juga dibekali dengan pendidikan karakter dan pembinaan keislaman. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi.
Prestasi dan Capaian Hafalan Al-Qur’an
Empat santriwati berhasil meraih predikat Mumtaz sekaligus menyelesaikan Tarsikh Al-Qur’an 5 Juz Bil Ghaib. Mereka adalah Syaimah Abqariyyah, Askia Humaira, Reya Zaskia, dan Rauda Limbong.
Di samping itu, penghargaan Santri Berprestasi Angkatan XVII diberikan kepada Syarifah Aqilah. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, prestasi, dan keteladanannya selama menempuh pendidikan.
Selain penghargaan individu, sejumlah santri juga menerima apresiasi atas partisipasi dan prestasi dalam berbagai kompetisi akademik maupun non-akademik yang membawa nama baik SMP Plus Athiyah.
Tasmi’ Al-Qur’an dan Penyematan Mahkota
Salah satu momen yang paling mengharukan adalah pelaksanaan Tasmi’ Al-Qur’an. Pada sesi ini, para santri mempersembahkan hafalan terbaik mereka di hadapan orang tua dan tamu undangan.
Selanjutnya, dilakukan penyematan mahkota kepada orang tua. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan atas doa, dukungan, dan pengorbanan yang telah diberikan selama mendampingi putra-putri mereka menempuh pendidikan.
Bahkan, suasana haru tampak menyelimuti ruangan ketika para santri menyampaikan rasa terima kasih kepada ayah dan ibu mereka.
Pelepasan Santri SMP Plus Athiyah Menjadi Momentum Bersejarah
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan Rapa’i Geleng persembahan para santri. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemutaran video kenangan, foto bersama, dan salam takzim kepada para Ustadz/ah serta orang tua.
Momentum tersebut menjadi penutup yang penuh makna. Oleh karena itu, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir.
Melalui Pelepasan Santri SMP Plus Athiyah, Dayah Athiyah kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi. Para santri yang dilepas pada tahun ini diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
















































