Aceh Besar – Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan membentuk karakter, SMP Plus Athiyah melaksanakan kegiatan Outing Class pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan ini mengajak seluruh santri belajar langsung di alam terbuka melalui berbagai aktivitas edukatif yang memadukan pembelajaran, kepemimpinan, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Sejak pagi hari, para santri tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan oleh sekolah bersama para Ustadz/ah dan seluruh panitia pendamping.
Menyusuri Sungai Sebagai Awal Petualangan Belajar
Kegiatan diawali dengan menyusuri sungai selama kurang lebih 15–20 menit. Perjalanan tersebut bukan sekadar menikmati keindahan alam, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
Di sepanjang perjalanan, setiap kelompok diberikan beberapa tantangan yang harus diselesaikan, yaitu:
- Menemukan tiga jenis daun yang berbeda.
- Mencari satu batu yang permukaannya halus dan satu batu yang permukaannya kasar.
- Mengumpulkan ranting-ranting yang dapat dimanfaatkan.
- Mengambil sampah plastik yang ditemukan di sepanjang jalur sungai sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Tugas tersebut bertujuan melatih kemampuan observasi, mengenalkan kekayaan alam sekitar, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Pemeriksaan Hasil Temuan dan Pembukaan Kegiatan
Sesampainya di lokasi kegiatan, seluruh kelompok terlebih dahulu menjalani pemeriksaan terhadap daun dan batu yang telah berhasil mereka kumpulkan selama perjalanan.
Setelah seluruh kelompok menyelesaikan tantangan, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Kepala SMP Plus Athiyah, Bapak Umar Idrus, Lc., S.Pd.I.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan “bahwa proses pembelajaran pada hari tersebut tidak berlangsung di dalam kelas, melainkan di alam terbuka.
Beliau menegaskan bahwa alam merupakan ruang belajar yang sangat luas. Melalui kegiatan seperti ini, santri tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar bekerja sama, memimpin, menghargai ciptaan Allah SWT, serta mengembangkan karakter positif yang akan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari”.”
Kegiatan pembukaan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Tgk. Mardhatillah, memohon keberkahan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Journaling: Menuliskan Pengalaman Belajar
Usai pembukaan, para santri mengikuti sesi journaling, yaitu menuliskan pengalaman selama perjalanan menyusuri sungai.
Dalam kegiatan ini, santri diajak menuangkan hasil pengamatan, pengalaman, serta pelajaran yang mereka peroleh ke dalam tulisan. Melalui journaling, kemampuan literasi, berpikir reflektif, dan keterampilan menulis para santri terus diasah. Setelah seluruh tulisan selesai dikerjakan, hasil journaling dikumpulkan kepada Ustadz/ah sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran.
Baca Juga: Generasi Pembelajar: Kunci Menghadapi Perubahan
Membangun Rakit dari Bahan Alam
Kegiatan semakin seru ketika setiap kelompok diberi tantangan membuat rakit sederhana menggunakan ranting-ranting yang telah mereka kumpulkan selama perjalanan.
Masing-masing kelompok bekerja sama menyusun strategi, membagi tugas, serta merakit bahan yang tersedia menjadi sebuah rakit yang dapat mengapung di atas air.
Setelah seluruh rakit selesai dibuat, diadakan perlombaan untuk menguji rakit terbaik. Penilaian dilakukan berdasarkan rakit yang mampu melaju paling cepat dan stabil di atas air.
Suasana penuh semangat, sorak sorai, dan kekompakan mewarnai perlombaan tersebut. Aktivitas ini menjadi media pembelajaran yang efektif dalam melatih kreativitas, komunikasi, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah.
Bermain Air dan Memasak Bersama
Setelah menyelesaikan perlombaan, para santri menikmati suasana alam dengan mandi di sungai bersama teman-teman dan para pendamping.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan memasak makan siang di kelompok masing-masing. Seluruh kelompok bekerja sama menyiapkan bahan, memasak, hingga menikmati hasil masakan mereka bersama-sama.
Makan bersama di alam terbuka menjadi momen yang mempererat ukhuwah, kebersamaan, serta menanamkan nilai gotong royong dan saling membantu antaranggota kelompok.
Menutup Kegiatan dengan Menjaga Kebersihan Alam
Setelah makan siang selesai, seluruh santri tidak langsung kembali ke Dayah. Mereka terlebih dahulu melakukan kegiatan bersih-bersih area dan memastikan seluruh lokasi kegiatan kembali dalam keadaan bersih.
Kebiasaan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter di SMP Plus Athiyah agar para santri senantiasa menjaga kebersihan lingkungan di mana pun berada. Setelah seluruh perlengkapan dirapikan, rombongan kembali menuju Dayah dengan membawa pengalaman belajar yang berharga.
Didampingi Seluruh Civitas Dayah Athiyah
Kegiatan Outing Class ini turut dihadiri dan didampingi oleh berbagai unsur civitas Dayah Athiyah, di antaranya:
- Kabag Dayah & Sekolah, Ummi Rita Indahyati, S.Pd.
- Kepala SMP Plus Athiyah, Bapak Umar Idrus, Lc., S.Pd.I
- Seluruh Ustadz/ah
- Bang Rahmat selaku petugas keamanan (Security)
- Ibu Nur dari tim dapur
- Serta seluruh panitia dan pendamping lainnya yang turut menyukseskan kegiatan.
Kehadiran seluruh tenaga pendidik dan staf menjadi bukti bahwa pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama seluruh keluarga besar Dayah Athiyah.
Outing Class sebagai Pembelajaran Bermakna
Melalui kegiatan Outing Class SMP Plus Athiyah, santri tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga belajar mengamati alam, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, peduli terhadap lingkungan, membangun kreativitas, hingga melatih kemandirian.
Kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan berorientasi pada pembentukan karakter Islami. Diharapkan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan berlangsung dapat menjadi bekal bagi para santri untuk terus mencintai alam, menghargai sesama, serta menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.






















