Aceh Besar – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh keluarga besar Dayah Athiyah. Aldy Maulana, alumni SMP Plus Athiyah, berhasil meraih Juara 1 kategori 10 Juz Putra dalam ajang Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dayah Athiyah (SMA Plus) Banda Aceh.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sistem pembinaan tahfizh yang diterapkan di Dayah Athiyah mampu melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang unggul, disiplin, dan bermental juara.
Prestasi Juara MHQ 2026 Kategori 10 Juz Putra
Ajang MHQ 2026 merupakan salah satu agenda tahunan yang bertujuan menguatkan kualitas hafalan santri serta menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat. Pada kategori 10 juz putra, peserta diuji dalam beberapa aspek penting, antara lain kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, kefasihan makharijul huruf, serta kemampuan menyambung ayat secara acak.
Aldy Maulana tampil dengan penuh ketenangan dan percaya diri. Bacaan yang tartil serta hafalan yang kokoh membuatnya unggul di hadapan dewan juri. Penampilannya yang stabil sejak babak awal hingga final mengantarkannya meraih posisi tertinggi dalam perlombaan tersebut.
Capaian ini sekaligus mengukuhkan kualitas alumni SMP Plus Athiyah dalam ajang kompetisi tahfizh Al-Qur’an tingkat internal lembaga.
Pembinaan Tahfizh di Dayah Athiyah
Keberhasilan seorang penghafal Al-Qur’an tidak terjadi secara instan. Di Dayah Athiyah, sistem pendidikan dirancang secara terstruktur dengan fokus pada pembinaan hafalan dan karakter.
Program tahfizh dilaksanakan melalui:
-
Setoran hafalan harian
-
Muroja’ah terjadwal
-
Evaluasi pekanan
-
Tasmi’ terbuka
-
Pembinaan adab dan akhlak Qur’ani
Model pendidikan ini membentuk santri yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga matang secara mental dan spiritual.
Konsistensi Alumni dalam Ajang Musabaqah Hifzhil Qur’an
Prestasi Aldy Maulana menunjukkan bahwa alumni SMP Plus Athiyah tetap menjaga kualitas hafalan mereka meskipun telah menyelesaikan jenjang pendidikan sebelumnya. Konsistensi dalam muroja’ah menjadi kunci utama keberhasilan dalam kompetisi MHQ.
Lingkungan yang mendukung, pembimbing yang kompeten, serta budaya Qur’ani yang kuat menjadi faktor pendukung lahirnya para juara. Ajang MHQ bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari proses pembinaan berkelanjutan dalam mencetak generasi penjaga Kalamullah.
Inspirasi bagi Generasi Penghafal Al-Qur’an
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh santri dan calon santri untuk semakin semangat dalam menghafal Al-Qur’an. Menghafal bukan hanya tentang kuantitas juz, tetapi juga tentang kualitas bacaan, kedisiplinan, serta keikhlasan dalam menjaga ayat-ayat Allah SWT.
Dayah Athiyah terus berkomitmen melahirkan generasi dengan visi: Mewujudkan Generasi Al Qur’an yang Berkarakter, Berbudaya, Inovatif, dan Berdaya Saing Global.
Dengan fondasi tahfizh yang kuat, Dayah Athiyah membentuk hafizh dan menempa pemimpin masa depan yang berilmu, berakhlak, serta berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an.
Komitmen Mencetak Generasi Qur’ani Berprestasi
Prestasi demi prestasi yang diraih santri dan alumni menjadi indikator keberhasilan sistem pendidikan berbasis tahfizh. Dayah Athiyah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter Islami dan kepemimpinan.
Ajang MHQ 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten akan menghasilkan output yang membanggakan. Semoga capaian ini menjadi amal jariyah dan motivasi bagi generasi berikutnya untuk terus menjaga Al-Qur’an dalam hati dan kehidupan mereka.