Aceh Besar – Prestasi membanggakan kembali diraih dalam ajang Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dayah Athiyah (SMA Plus) Banda Aceh. Ananda Shuhaibah Abiyyah sukses meraih Juara 2 Kategori 10 Juz Putri, sebuah capaian yang menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Dayah Athiyah serta masyarakat Aceh.
Shuhaibah Abiyyah merupakan alumni SMP Plus Athiyah Aceh Besar yang dikenal tekun dan konsisten dalam menjaga hafalannya sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Ia juga merupakan putri dari Imam Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Ustadz Dr. Salman Syarifuddin, MA. Lingkungan keluarga yang Qur’ani serta pendidikan berbasis tahfizh yang ia tempuh menjadi fondasi kuat dalam perjalanan akademik dan spiritualnya.
Tidak hanya itu, Shuhaibah telah menyelesaikan setoran hafalan 30 Juz Al-Qur’an saat masih menempuh pendidikan di SMP Plus Athiyah. Bahkan, ia juga pernah melaksanakan Tasmi’/Tarsikh 15 Juz bil ghaib dalam satu majelis di SMP Plus Athiyah Aceh Besar pada 30 November 20244. Pencapaian ini menjadi bukti kuat atas kualitas hafalan, ketahanan mental, serta kedisiplinan yang ia bangun sejak usia remaja.
Proses menyelesaikan 30 juz tentu bukan hal yang mudah. Dibutuhkan kedisiplinan dalam setoran harian, muroja’ah rutin, serta bimbingan intensif dari para ustadzah pembina tahfizh. Konsistensi inilah yang kemudian menjadi modal utama Maulina dalam mengikuti ajang MHQ 2026.
Perjalanan Menuju Juara 2 MHQ 2026
Capaian Juara 2 dalam kategori 10 juz bukanlah hasil yang diraih dalam waktu singkat. Di balik keberhasilan tersebut terdapat proses panjang yang penuh disiplin, kesabaran, dan komitmen tinggi terhadap Al-Qur’an.
Sejak dini, Shuhaibah telah membiasakan diri dengan jadwal hafalan yang teratur. Setiap hari ia meluangkan waktu khusus untuk setoran hafalan dan muroja’ah. Konsistensi ini menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas hafalan agar tetap kuat dan tidak mudah lupa.
Menjelang MHQ 2026, persiapan dilakukan secara lebih intensif. Ia memperbanyak muroja’ah, memperbaiki tajwid, serta memperkuat pemahaman makharijul huruf. Selain itu, latihan mental juga menjadi bagian penting dari persiapan, mengingat kompetisi semacam ini menuntut ketenangan dan fokus tinggi saat tampil di hadapan dewan juri.
Penampilan Terbaik di Kategori 10 Juz Putri
Pada hari pelaksanaan MHQ 2026, suasana kompetisi berlangsung penuh khidmat. Dalam kategori 10 juz putri, standar penilaian mencakup kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, kefasihan pelafalan, serta kemampuan menyambung ayat secara acak.
Shuhaibah Abiyyah tampil dengan penuh ketenangan. Setiap ayat yang dilantunkan terdengar jelas, tartil, dan terjaga kaidah bacaannya. Ia mampu menjawab sambungan ayat yang diberikan dewan juri dengan sigap dan tepat hingga akhirnya ditetapkan sebagai Juara 2 MHQ 2026.
Sinergi Keluarga dan Pendidikan Tahfizh
Keberhasilan Shuhaibah tidak terlepas dari dukungan keluarga dan sistem pembinaan tahfizh yang diterapkan di Dayah Athiyah. Program seperti setoran harian, evaluasi pekanan, tasmi’ terbuka, serta pembinaan adab Qur’ani menjadi pilar utama dalam membentuk hafizhah yang tangguh dan berakhlak.
Kolaborasi antara pendidikan rumah dan lembaga inilah yang melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang unggul dan berprestasi.
Inspirasi bagi Generasi Qur’ani
Prestasi Shuhaibah Abiyyah Juara 2 MHQ 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an. Menghafal bukan sekadar pencapaian, tetapi amanah untuk dijaga sepanjang hayat.
Dayah Athiyah terus berkomitmen melahirkan generasi Qur’ani yang berkarakter, berilmu, dan berdaya saing global.