Aceh Besar – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh santri Dayah Athiyah dalam ajang Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dayah Athiyah (SMA Plus) Banda Aceh. Dalam kompetisi tersebut, Maulina Putri Juara 3 MHQ 2026 pada kategori 10 Juz Putri, sebuah capaian yang menunjukkan kualitas hafalan yang terjaga dengan baik sejak masa SMP.
Maulina Putri merupakan alumni SMP Plus Athiyah dan saat ini tercatat sebagai siswi kelas XII SMA Plus Athiyah. Ia adalah putri dari Bapak Jufri dan Ibu Nur Aini. Sejak di bangku sekolah menengah pertama, Maulina dikenal sebagai pribadi yang disiplin, tekun, dan memiliki komitmen tinggi dalam menghafal serta menjaga Al-Qur’an.
Prestasi ini bukanlah hasil yang instan, melainkan buah dari proses panjang, pembinaan terstruktur, serta dukungan keluarga yang konsisten.
Perjalanan Hafalan Hingga Tuntas 30 Juz
Fondasi keberhasilan Maulina Putri Juara 3 MHQ 2026 telah dibangun sejak ia menempuh pendidikan di SMP Plus Athiyah. Pada 20 Oktober 2022, Maulina secara resmi menyelesaikan setoran hafalan 30 Juz Al-Qur’an.
Menyelesaikan 30 juz membutuhkan:
-
Konsistensi setoran hafalan setiap hari
-
Muroja’ah berulang untuk memperkuat ingatan
-
Evaluasi rutin dari pembimbing tahfizh
-
Latihan tasmi’ untuk menguji kekuatan hafalan
Proses ini membentuk daya tahan hafalan yang kuat. Tidak hanya sekadar menyelesaikan target, tetapi juga memastikan setiap ayat terjaga kelancaran dan ketepatan tajwidnya.
Sejak menyelesaikan 30 juz tersebut, Maulina terus menjaga hafalannya dengan disiplin. Kebiasaan muroja’ah harian menjadi bagian dari rutinitasnya hingga saat ini.
Tantangan dan Persiapan Menuju MHQ 2026
Ajang Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) bukan sekadar perlombaan membaca ayat, tetapi juga ujian mental dan konsentrasi. Dalam kategori 10 Juz Putri, peserta diuji dari berbagai aspek penting:
-
Kelancaran hafalan tanpa ragu
-
Ketepatan hukum tajwid
-
Kefasihan makharijul huruf
-
Kemampuan menyambung ayat secara acak
-
Stabilitas suara dan adab saat tampil
Menjelang MHQ 2026, Maulina meningkatkan intensitas muroja’ah. Ia memperkuat hafalan pada juz-juz yang diujikan serta memperbaiki detail tajwid bersama pembimbing.
Latihan mental juga menjadi bagian penting dalam persiapan. Berdiri di hadapan dewan juri membutuhkan ketenangan dan fokus tinggi. Dengan persiapan matang, Maulina tampil penuh percaya diri.
Penampilan yang Stabil dan Penuh Ketelitian
Saat hari perlombaan tiba, suasana kompetisi berlangsung khidmat dan penuh semangat. Maulina tampil dengan sikap tenang, membaca ayat demi ayat dengan tartil dan jelas.
Setiap sambungan ayat yang diberikan dewan juri mampu ia jawab dengan baik. Ketelitian dalam menjaga panjang pendek bacaan serta konsistensi irama menjadi nilai tambah dalam penampilannya.
Hasilnya, Maulina Putri resmi meraih Juara 3 Kategori 10 Juz Putri MHQ 2026. Capaian ini menegaskan bahwa hafalan yang dijaga sejak 2022 tetap kokoh hingga kini.
Peran Keluarga dalam Kesuksesan Maulina Putri
Keberhasilan Maulina tidak terlepas dari dukungan kedua orang tuanya, Bapak Jufri dan Ibu Nur Aini. Lingkungan keluarga yang mendukung menjadi faktor penting dalam menjaga motivasi dan konsistensi hafalan.
Dorongan moral, doa, serta perhatian terhadap perkembangan hafalan memberikan kekuatan tambahan dalam setiap proses yang dijalani Maulina.
Sinergi antara keluarga dan lembaga pendidikan berbasis tahfizh menjadi kombinasi ideal dalam membentuk generasi Qur’ani yang berprestasi.
Sistem Pembinaan Tahfizh di SMP dan SMA Plus Athiyah
Keberhasilan Maulina Putri Juara 3 MHQ 2026 juga menjadi refleksi dari sistem pembinaan tahfizh yang diterapkan di SMP Plus Athiyah dan SMA Plus Athiyah.
Program pembinaan meliputi:
-
Setoran hafalan terjadwal
-
Muroja’ah kelompok dan individu
-
Tasmi’ terbuka sebagai evaluasi publik
-
Pembinaan adab dan karakter Qur’ani
Pendekatan ini tidak hanya menargetkan kuantitas hafalan, tetapi juga kualitas bacaan dan pembentukan karakter.
Inspirasi bagi Generasi Penghafal Al-Qur’an
Prestasi Maulina Putri Juara 3 MHQ 2026 menjadi inspirasi nyata bagi para santri dan pelajar lainnya. Menghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang mencapai 30 juz, tetapi tentang menjaga, merawat, dan mengamalkan ayat-ayat Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Capaian ini menunjukkan bahwa dengan disiplin, doa orang tua, serta pembinaan yang konsisten, generasi muda mampu meraih prestasi di bidang tahfizh.
Dayah Athiyah terus berkomitmen melahirkan generasi Qur’ani yang berkarakter, berilmu, dan siap bersaing di tingkat yang lebih luas.