Akhlak Rasulullah SAW: Resep Ampuh Santri Pemaaf dan Rendah Hati
Oleh: Syarifah Aqilah
Kelas: IX A
Tahukah kita bahwa Rasulullah SAW merupakan sosok dengan akhlak paling mulia sepanjang sejarah? Beliau adalah Khatamil Anbiya’, penutup para nabi, yang memiliki begitu banyak sifat terpuji untuk diteladani. Kejujuran, amanah, kesantunan, kesabaran, kedermawanan, serta kerendahan hati adalah sebagian kecil dari akhlak Rasulullah SAW yang patut dicontoh dalam kehidupan sehari-hari, khususnya oleh para santri.
Rendah Hati, Akhlak Mulia Rasulullah SAW
Salah satu akhlak Rasulullah SAW yang sangat penting untuk diterapkan adalah rendah hati. Beliau selalu bersikap lembut kepada orang-orang beriman, membantu kaum fakir miskin, menolong orang yang kesusahan, serta berbicara dengan suara yang santun, termasuk kepada kaum wanita.
Rasulullah SAW juga melarang umatnya untuk memujinya secara berlebihan. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:
“Janganlah kamu mengkultuskan aku sebagaimana orang Nasrani mengkultuskan Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah hamba Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari)
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat rendah hati, meskipun kedudukannya sangat mulia di sisi Allah SWT.
Baca juga : https://garapmedia.com/belajar-kitab-kuning/
Larangan Bersikap Sombong dalam Islam
Rasulullah SAW sangat membenci sifat sombong. Beliau menegaskan bahwa kesombongan merupakan sifat tercela yang dapat merusak diri sendiri dan hubungan antar sesama. Dalam hadits lain beliau bersabda:
“Orang-orang yang sombong akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam bentuk semut kecil yang diselimuti kehinaan.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Allah SWT juga melarang manusia untuk bersikap sombong sebagaimana firman-Nya:
“Dan janganlah kamu bersikap sombong di atas bumi.” (QS. Al-Isra’: 37)
Sikap sombong dapat menimbulkan permusuhan, merusak persaudaraan, dan bahkan menjadi sebab terusirnya setan dari surga.
Rasulullah SAW sebagai Teladan Pemaaf
Selain rendah hati, akhlak Rasulullah SAW juga tercermin dari sifat pemaafnya. Beliau sering disakiti, dicaci, bahkan diancam oleh musuh-musuhnya. Namun, Rasulullah SAW tetap memaafkan dan tidak menyimpan dendam, selama hal tersebut tidak berkaitan dengan hak Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang menahan amarahnya, maka Allah akan menahan azab-Nya darinya.” (HR. Abu Ya’la dan Baihaqi)
Salah satu kisah yang paling menyentuh adalah ketika Rasulullah SAW hampir dibunuh oleh seorang musuh saat beliau sedang beristirahat di bawah pohon. Ketika pedang musuh itu jatuh dan Rasulullah SAW memiliki kesempatan untuk membalas, beliau justru memaafkannya. Peristiwa ini menjadi sebab orang tersebut akhirnya masuk Islam.
Teladan Akhlak Rasulullah bagi Santri
Sebagai santri, sudah sepatutnya kita meneladani akhlak Rasulullah SAW. Sikap rendah hati, mau menerima kebenaran, tidak egois, serta mampu memaafkan kesalahan orang lain merupakan bagian dari akhlak mulia yang harus dimiliki santri.
Allah SWT berfirman:
“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya perbuatan yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS. Asy-Syura: 43)
Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan menjadi contoh yang baik bagi lingkungan sekitarnya.
Baca juga: Tips Memilih Sekolah Tahfidz Aceh yang Tepat untuk Anak
Penutup
Akhlak Rasulullah SAW merupakan teladan sempurna bagi seluruh umat Islam. Sifat rendah hati, pemaaf, dan sabar yang beliau miliki hendaknya menjadi pedoman dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga kita mampu mengikuti akhlak mulia Rasulullah SAW dan mengamalkannya dalam kehidupan sebagai seorang santri.
Wallahu a’lam.